Bertumbuh dalam Anugerah

 Sebuah Refleksi

Buku Bertumbuh dalam Anugerah Bagian ke-4Teladan Sejarah


Ketika saya membaca bagian keempat dari buku ini, saya benar-benar merasa ditegur. Bagian ini mengajarkan pada saya bahwa Daniel, Petrus, dan Timotius memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. Mereka semua relatif cukup muda dan adalah orang percaya yang belum dewasa, dimana Allah bekerja di dalam mereka untuk satu periode waktu tertentu. Hidup saya memang tidak sepenuhnya seperti Timotius yang mendapat banyak tekanan, dan hidup di bawah otoritas ibunya, atau seperti Petrus yang penakut dan  selalu jatuh pada kesalahan yang sama. Hidup saya juga sangat jauh berbeda dengan kehidupan Daniel yang begitu taat, konsisten, berani mengambil konsekuensi atas imannya kepada Allah, memiliki kerohanian yang disiplin, dan setia mengerjakan tanggung jawabnya sebagai pribadi yang menerima anugerah Allah. Akan tetapi hal ini membuat saya sadar bahwa Allah mempunyai pola yang berbeda-beda dalam membentuk hidup umat-Nya untuk hidup seturut kehendak-Nya.

Saya mengakui bahwa saya belum sepenuhnya memiliki keinginan untuk dapat semakin mengenal Dia, dan lebih dekat lagi berserah pada-Nya. Hal ini membuat saya bersikap tidak aktif dalam membagikan kasih Kristus pada orang lain, serta cenderung membeda-bedakan orang dalam mengasihi. 

Karena itu, kehidupan para tokoh Alkitab di atas mengingatkan saya sekali lagi bahwa pertumbuhan bukanlah hal yang mustahil. Sebab sumber-sumber yang Allah berikan cukup untuk membentuk saya. Saya percaya bahwa ketika fokus saya tertuju pada salib Kristus, maka saya dimampukan untuk memikul salib-Nya. Saya mau semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Dia, membagikan kasih-Nya pada semua orang, bukan hanya saudara seiman. Sehingga pada akhirnya nama Kristus dipermuliakan. Amin.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak