Menghargai Kerja Keras Siswa



    
    Hari ini saya mengajarkan topik manfaat gerak dalam kehidupan sehari-hari. Saya menerapkan metode diskusi kelompok dan kerja individu. Saya menggunakan
powerpoint interaktif. Ini kali pertama saya menggunakan powerpoint dalam mengajar. Saya mendesain ppt dengan memberi action untuk setiap menu. Saya ingin agar media yang saya gunakan tidak monoton melainkan dapat menarik perhatian siswa. Saya menampilkan tes individu dalam bentuk pilihan ganda di powerpoint dan siswa menuliskan pilihan jawaban pada buku pemandu siswa. Setelah itu diskusi kelompok saya lakukan dalam bentuk game cerdas cermat. Masing-masing kelompok diberikan 4 soal wajib dalam bentuk pilihan ganda. Saya juga memberikan soal benar-salah secara bergilir sehingga setiap kelompok mendapat 2 pertanyaan. Terdapat juga soal rebutan. Jika pilihan jawaban kelompok benar maka ketika diklik akan terdengar bunyi applause. Jika pilihan jawaban salah maka akan terdengar bunyi explosion.

Siswa sangat antusias menjawab soal yang diberikan. Saya langsung menuliskan skor untuk setiap kelompok di papan tulis. Setelah itu saya memberikan kesimpulan dan refleksi berupa tanya jawab. Ada kelompok yang merasa sedih karena kalah dan tidak bisa menjawab dengan cepat. Saya pun memberikan pengarahan dan motivasi kepada mereka.

Mentor saya meminta saya langsung memeriksa hasil tes individu yang saya berikan dan mengisi nilai di daftar nilai. Saya bertanya perihal evaluasi mengajar saya hari ini. Beliau mengatakan bahwa secara keseluruhan baik. Saya meminta saran apakah ada hal yang harus saya perbaiki sesuai dengan rubrik yang diberikan pihak kampus, dan beliau mengatakan bahwa mulai dari pertama kali saya mengajar sampai hari ini beliau belum mengisi rubrik evaluasi mengajar yang saya berikan. Beliau mengatakan bahwa besok barulah ia mengisi semuanya sekaligus dengan penilaian akhir.

Saya merasa sangat sedih mendengar pernyataan beliau. Sejak awal beliau mengatakan bahwa semua penilaian akan dikembalikan kepada saya pada akhir pertemuan. Saya sedikit keberatan karena tentu akan sulit bagi saya memperbaiki pengajaran berikutnya. Namun beliau menjelaskan bahwa ia akan memberikan koreksi secara lisan saja. Setiap selesai mengajar ia selalu mengatakan bahwa secara umum sudah baik. Saya pun bingung hal apa yang harus saya ubah. Saya tidak menyangka bahwa beliau belum mengisi semua evaluasi mengajar sejak awal. Jangankan mengisinya, membaca indikator indikator penilaiannya pun belum ia lakukan. Tentu semua yang ia isi nantinya tidak sesuai dengan keadaan saat saya mengajar.

Saya belajar bahwa menghargai sebuah proses adalah hal yang sangat penting. Saya bisa berdiri dan mengajar di depan murid-murid bukan terjadi secara instan. Saya harus memikirkan metode mengajar, menyusun RPP, menyusun materi, membuat soal-soal, serta mengeluarkan uang untuk print dan fotocopy. Selesai mengajar saya langsung mengoreksi dan memasukan nilai di daftar nilai. Hal ini membuat saya merasa bahwa kerja keras saya selama ini tidak diperhatikan. Saya tidak sedang menuntut tanggung jawab seorang mentor, namun saya mau agar penilaian yang ia berikan itu objektif agar saya dapat memperbaiki diri. Saya tidak mau evaluasi secara lisan berbanding terbalik dengan apa yang ada di atas kertas.

Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa jika saya menjadi guru nantinya saya tidak akan mengabaikan kerja keras siswa. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi masukan kepada mereka agar hasil kerja mereka semakin hari semakin baik. Menghargai kerja keras siswa merupakan salah satu bentuk dukungan guru dalam kemajuan prestasi belajar siswa. Selain itu, siswa akan merasa bahwa dirinya berharga dan mampu melakukan sesuatu yang membanggakan. 


Rutsri Marlinda Pian

Jumat, 5 Februari 2016

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak